Opini: Proses Belajar Mengajar lewat daring dan Tatap Muka

Proses belajar mengajar lewat daring atau online memang sangat bagus, dan praktis.Namun di sis lain,  ada hambatan yang sering terjadi dalam perkuliahan online yang saya alami seperti:
✓ keterbatasan Kuota/ Paket  Internet
Perkuliahan online membutuhkan  data yang banyak, bahkan kita beli paketan satu bulan itu hanya digunakan satu minggu paling lama dua minggu.Belum lagi, pada saat itu kita belum mendapatkan kiriman dari orang tua dan pada saat itu juga mendadak ada perkuliahan online dan kita kehabisan kuota dan tidak mempunyai uang untuk membeli.Nah, terpaksa kita harus terima resiko untuk tidak mengikuti kelas online.

✓  Jaringan
  Dalam mengerjakan tugas yang diberikan , ada hambatan dalam hal jaringan seperti dalam pengiriman tugas atau pun ujian ada kalanya tidak tepat pada waktu yang ditentukan.Pada hal kita sudah mengirim misalnya, pada waktu yang sudah ditetapkan  tapi baru masuk dipenerima lewat dari batas yang ditentukan.Tentu saja hal ini, sangat berpengaruh dalam soft skill kita dan menilai kita kurang disiplin dalam hal waktu.Pada hal, ini hanya kesalahan teknis.

Dalam pembelajaran yang dilakukan secara online juga, sangat berbeda jauh yang diterapkan lewat tatap muka atau pembelajaran di dalam kelas.Dalam hal ini, pembelajaran lewat online adakalanya hanya sebatas diberikan tugas tanpa ada proses pembelajaran yang berlangsung.Misalnya kita hanya disuruh untuk mengerjakan tugas, dan minta di kirim tanpa ada proses yang ada di dalamnya.Menurut pengalaman saya pribadi, selama perkuliahan online ada mata kuliah tertentu yang memang ada keterlibatan proses pembelajaran di dalamnya dan bagaimana kita mendiskusikan masalah itu dalam satu platfrom media contohnya Whatshap.Tetapi di sisi lain, ada mata  kuliah tertentu yang hanya sebatas kasih tugas dan suruh kumpul.Menurut saya pribadi, ini hanya dapat menyebabkan kita bodoh.Karena apa, kita disuruh hanya mengerjakan tugas, dan mengejar waktu yang ditentukan untuk kumpul,  tetapi kita tidak tau dan memahami esensi soal yang diberikan karena tergesa- gesa dalam mengerjakannya.
Jika kita melihat lagi dan bandingkan pembelajaran tatap muka/ dalam kelas, menurut saya lebih memilih tatap muka.Karena kita sangat leluasa untuk berinteraksi dengan dosen terkait pembelajaran yang belum dimengerti didiskusikan bersama.Dan selama proses perkuliahan online dan tatap muka, ada beberapa cara pemberian tugas yang berbeda dari Dosen.Misalnya pembelajaran online dilakukan dari jam 8 sampai jam 10.Nah, selama durasi ini  di kasih tugas pada jam 8.30 dan di suruh kumpul jam 10.Menurut saya pribadi, waktu yang diberikan itu tidak cukup untuk kita mengerjakan soal tersebut, karena kita harus berpikir dan menganalisis dengan baik terhadap suatu kajian masalah.Akibatnya, kita mengerjakannya asal kerja dan hasilnya juga tidak maksimal karena kita di batasi oleh waktu.
Berbeda halnya dengan cara pemberian tugas pembelajaran tatap muka.
Selama ini, Dosen memberikan tugas dengan durasi waktu satu atau dua hari untuk dikumpulkan.Dalam waktu ini, kita bisa mengerjakannya dengan maksimal dan paling tidak kita memahami apa yang menjadi permasalahannya.Pembelajaran online juga sangat bergantung pada faktor keberuntungan seseorang.Mengapa saya katakan begitu.Karena, seseorang yang  mempunyai akses internet,  yang bagus , kuota banyak dia bisa mengikuti kelas.Dan orang yang memiliki keterbatasan dalam kuota maupun jaringan ia akan, ketinggalan.

Menurut saya pribadi singkat saya, Faktor keberhasilan perkuliahan online sangat bergantung pada  data , dan jaringan, bukan karena kepintaran seseorang.Yang tidak bisa membeli data karena faktor ekonomi keluarga ia akan beban dan merasa dia gagal dalam keberhasilannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan Kita Kok ga Pernah Langgeng ya ?